
It had been three years since he’d moved in with his girlfriend, who longed for marriage and stability.
Saeki, a mediocre office worker who’d been just getting by day to day, spent his evenings venting his sexual urges and stress through the secret social media account of his annoyingly overbearing female boss, Misaki.
Misaki’s flawless work ethic, her overwhelming ambition, and her kindness in accepting his failures—
Feeling utterly miserable in the face of all this, Saeki pounces on her in a secluded alleyway, determined to expose her bare skin and the true nature lurking beneath.
But far from panicking, Misaki simply took Saeki’s lips—
And so began the secret trysts between boss and subordinate.
Saeki is slowly consumed by the sweet, sensual sex—so different from what he’d ever experienced with her—
Saeki, seorang pegawai kantoran biasa-biasa saja yang hanya sekadar bertahan hidup dari hari ke hari, menghabiskan malam-malamnya dengan melampiaskan hasrat seksual dan stresnya melalui akun media sosial rahasia milik atasannya yang menyebalkan dan terlalu dominan, Misaki.
Etos kerja Misaki yang tak bercela, ambisinya yang luar biasa, dan kebaikannya dalam menerima kegagalan Saeki—
Merasa sangat menderita di hadapan semua ini, Saeki menerkamnya di sebuah gang terpencil, bertekad untuk mengungkap kulit telanjangnya dan sifat sejati yang bersembunyi di baliknya.
Namun jauh dari panik, Misaki justru mencium bibir Saeki—
Dan begitulah dimulailah pertemuan rahasia antara atasan dan bawahan.
Saeki perlahan-lahan terbuai oleh seks yang manis dan sensual—begitu berbeda dari apa yang pernah ia alami dengannya—